#SIT
Internet
merupakan salah satu media informasi yang banyak diminati oleh
masyarakat. Dengan adanya internet, arus informasi yang cepat dapat
diperoleh dengan mengakses jutaan halaman web secara mudah. Semakin
cepat suatu informasi yang diterima maka akan membantu mempercepat
pengambilan langkah dalam menanggapi informasi tersebut, sehingga dapat
menjawab kebutuhan kerja yang cepat dan efektif.
Dengan
pertumbuhan website yang pesat maka semakin sulit pula seseorang dalam
menentukan pilihan untuk mendapatkan informasi yang cepat dan tepat
sasaran. Hal ini tentu akan mempersulit apabila ingin mencari alamat
website yang relevan dengan topik yang dimaksud. Fasilitas mesin pencari
(search engine) pun telah tersedia, akan tetapi data yang ditampilkan
tidak terstruktur yang menyebabkan proses pencarian memakai waktu yang
lama layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Seseorang harus membuka
satu per satu halaman website sehingga akan memakan waktu lama,
akibatnya informasi yang didapat kurang optimal. Dengan semakin
meningkatnya jumlah informasi yang beragam dan tersebar di berbagai
tempat, diperlukan adanya suatu teknologi yang mampu menggabungkan
informasi-informasi tersebut, dan kemudian menyajikannya kepada user
dalam bentuk yang saling relevan sesuai konteks yang dimaksud.
Web
berbasis semantik adalah suatu jaringan yang mampu memahami tidak hanya
makna dari sebuah kata dan konsep, namun juga hubungan logis di antara
keduanya, sehingga suatu web dapat menghasilkan suatu informasi yang
sesuai dan diinginkan oleh pengunjung website tersebut. Kelebihan pada
web semantik, untuk menggali sumber ilmu pengetahuan secara online,
tidak perlu lagi membuka halaman web satu per satu, namun dapat
memanfatkan agen untuk menjelajahi ribuan situs-situs web. Agen-agen
yang cerdas ini akan secara logis hanya memilih hasil-hasil yang relevan
sesuai kebutuhan pengguna, kemudian menyajikannya dalam format yang
diinginkan. Agen itu sendiri merupakan mekanisme dalam melakukan
penjelajahan terhadap web service yang ada dan bahkan menambah web
service yang baru.
Seperti
halaman web biasa yang memiliki layanan seperti mesin pencari, yang
menggabungkan berbagai macam halaman kedalam satu koleksi yang sama. Web
semantik juga memiliki hal yang sama, perbedaanya terletak pada metode
pencarian halaman web yang diinginkan. Jika pada halaman web biasa hanya
hanya dapat mencari halaman web yang memiliki sebuah atau beberapa kata
yang menjadi bahan pencarian, sedangkan dalam Web semantik dapat melakukan pencarian dengan lebih terstruktur.Web semantik
tidak hanya tentang bagaimana mengajarkan mesin untuk dapat mengerti
bahasa manusia atau memproses bahasa alami dan juga tidak semata-mata
untuk membuat sebuah kecerdasan buatan, tetapi tujuan utama adalah untuk
mempermudah mengumpulkan data-data, lebih diutamakan untuk data yang
besar.
Semakin kedepannya nanti
teknologi web semantik akan dikembangkan agar mempermudah mesin dalam
memprosesnya. Web semantik sendiri dikembangkan oleh sebuah tim di World Wide Web Consortium yakni Tim Berners-Lee. Hingga saat ini Webb semantik
masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, karena teknologi ini
masih baru digunakan dan tim masih mengembangkan metode masing-masing
untuk mengembangkan web semantik. Web Semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.