Pages

Jumat, 15 November 2013

Operator CDMA, Hidup Segan Mati Tak Mau

#SIT
 
Ramadhan Aditya - Okezone

JAKARTA - Ketatnya persaingan operator telekomunikasi di Tanah Air membuat perusahaan operator CDMA sulit untuk terus mengembangkan bisnisnya. Analis menggambarkan kehidupan operator CDMA saat ini seperti hidup segan mati tak mau.

Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengatakan teknologi jaringan dengan layanan Fixed Wireless Access (FWA) sudah mencapai puncaknya, alias mentok dan tak bisa lebih baik lagi. Teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) yang digunakan oleh beberapa perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia kalah saing dengan operator seluler atau GSM (Global System for Mobile).

"Perusahaan operator CDMA tak cukup bersaing dan teknologinya terbatas. CDMA sekarang ini seperti hidup segan mati tak mau," kata Heru saat dihubungin Okezone, Rabu (16/10/2013). Ia mengatakan tidak adanya teknologi terbaru karena keterbatasan frekuensi menyebabkan operator CDMA kian tenggelam dalam persaingan di dunia telekomunikasi.

Menurutnya, CDMA hingga saat ini masih bisa hidup karena tertolong oleh layanan data yang ditawarkan. Heru yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute tersebut menyarankan keempat operator CDMA di Indonesia untuk bersatu agar bisa tetap melangsungkan hidupnya. Hal tersebutpun sudah lama diisukan namun belum juga terwujud hingga saat ini.

Sebagai tambahan, kempat operator CDMA yang masih ada namun tak terdengar gaungnya saat ini antara lain Bakrie Telekom (Esia), Telkom (Flexi), Indosat (StarOne), dan terkecuali Smart Telekom (SmartFren) yang masih terdengar gaungnya lantaran memproduksi handset-nya (smartphone) yang laris terjual di pasaran Indonesia.

Berdasarkan sumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, keempatnya menggunakan pita frekuensi radio CDMA 800 dengan lisensi hingga 2020. (amr)
Download Juga Artikel :
MENGENAL JARINGAN CDMA.pdf
KONFIGURASI DEBIAN MAIL SERVER DENGAN DPKG-RECONFIGURE.pdf