skip to main |
skip to sidebar
Operator CDMA, Hidup Segan Mati Tak Mau
#SIT
Ramadhan Aditya - Okezone
JAKARTA - Ketatnya persaingan operator telekomunikasi di Tanah Air
membuat perusahaan operator CDMA sulit untuk terus mengembangkan
bisnisnya. Analis menggambarkan kehidupan operator CDMA saat ini seperti
hidup segan mati tak mau.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengatakan teknologi jaringan dengan
layanan Fixed Wireless Access (FWA) sudah mencapai puncaknya, alias
mentok dan tak bisa lebih baik lagi. Teknologi Code Division Multiple
Access (CDMA) yang digunakan oleh beberapa perusahaan operator
telekomunikasi di Indonesia kalah saing dengan operator seluler atau GSM
(Global System for Mobile).
"Perusahaan operator CDMA tak
cukup bersaing dan teknologinya terbatas. CDMA sekarang ini seperti
hidup segan mati tak mau," kata Heru saat dihubungin Okezone, Rabu
(16/10/2013). Ia mengatakan tidak adanya teknologi terbaru karena
keterbatasan frekuensi menyebabkan operator CDMA kian tenggelam dalam
persaingan di dunia telekomunikasi.
Menurutnya, CDMA hingga
saat ini masih bisa hidup karena tertolong oleh layanan data yang
ditawarkan. Heru yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia
ICT Institute tersebut menyarankan keempat operator CDMA di Indonesia
untuk bersatu agar bisa tetap melangsungkan hidupnya. Hal tersebutpun
sudah lama diisukan namun belum juga terwujud hingga saat ini.
Sebagai tambahan, kempat operator CDMA yang masih ada namun tak
terdengar gaungnya saat ini antara lain Bakrie Telekom (Esia), Telkom
(Flexi), Indosat (StarOne), dan terkecuali Smart Telekom (SmartFren)
yang masih terdengar gaungnya lantaran memproduksi handset-nya
(smartphone) yang laris terjual di pasaran Indonesia.
Berdasarkan sumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika,
keempatnya menggunakan pita frekuensi radio CDMA 800 dengan lisensi
hingga 2020. (amr)
Download Juga Artikel :